Rabu, 25 Januari 2012
06.33
0 comments
Arema Malang vs PSMS Medan
MALANG -
Suhu panas mewarnai laga antara tuan rumah Arema ISL kontra PSMS Medan
ISL di Stadion Kanjuruhan sore kemarin. Tidak hanya menyuguhkan banyak
pelanggaran, pertandingan juga diwarnai dengan kericuhan antarpemain
kedua tim.
Bahkan, keributan menjalar sampai ke luar lapangan. Pemain kedua tim saling caci di ruang ganti. Hujan kartu pun mewarnai laga itu. Tercatat ada satu kartu merah dan enam kartu kuning dikeluarkan wasit Oki Dwi Putra.
Permainan keras yang diperagakan kedua tim sudah terjadi sejak awal babak pertama. Wasit bahkan mengeluarkan empat kartu kuning pada babak pertama. Satu untuk Arema ISL dan tiga untuk PSMS ISL.
Satu pemain Arema ISL yang mendapat kartu adalah kiper Yoewanto Beny. Sementara pemain PSMS yang mendapat kartu adalah Sasa Zecevic, Luis Pena, dan Inkyun Oh.
Meski tidak ada keributan di dalam lapangan, namun keributan kecil terjadi saat kedua pemain dari kedua tim akan masuk ke dalam ruang ganti. Tidak jelas siapa yang memulai, namun beberapa pemain dari kedua tim sempat saling ejek sebelum ditenangkan ofisial kedua tim serta aparat keamanan.
Pada babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Puncaknya terjadi pada menit 69, saat bek PSMS Novi Handriawan dengan sengaja menendang kaki Marcio Souza, hingga terjatuh. Novi sendiri akhirnya diganjar kartu merah.
Aksi tidak sportif yang diperagakan Novi itu menyulut emosi para pemain Arema ISL. Bahkan, kapten Arema ISL Seme Pierre Patrick mendorong Sasa Zecevic, yang mencoba memaksa Marcio yang terkapar, untuk segera berdiri.
Keributan pun terus meluas. Tidak hanya melibatkan pemain dari kedua tim, tapi juga ofisial. Akibat keributan itu, pertandingan pun sempat terhenti selama sepuluh menit dan baru dilanjutkan pada menit ke-79.
Hingga pertandingan berakhir, pertandingan berjalan relatif lancar tanpa ada keributan. Pada babak itu, selain kartu merah untuk Novi, wasit juga mengeluarkan dua kartu kuning untuk Arema ISL. Anggo Julian dikartu menit 63, sementara Dicky Firasat mendapat kartu menit 89.
Setelah peluit panjang dibunyikan, PSMS tidak segera meninggalkan lapangan untuk masuk ke ruang ganti. Mereka tertahan sepuluh menit di dalam lapangan, karena khawatir dengan provokasi penonton serta hujan botol air mineral. Barulah, setelah aparat turun tangan, PSMS bisa segera masuk ruang ganti.
Ketika kapten PSMS Markus Horison akan memasuki ruang ganti, dia terlihat bersitegang dengan seorang aparat keamanan. "Kau mau pukul? Pukul aja!" bentak Markus.
Bahkan, ketika akan masuk ke dalam ruang ganti, dia sempat mengumpat ke arah ruang ganti Arema ISL yang memang berhadapan. "Apa itu pemain jelek semua. Mati, mati kalian di Medan," ujar Markus yang langsung menendang pintu ruang ganti dengan keras.
Manajer PSMS ISL Benny Tamosoa mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra, sehingga membuat pertandingan diwarnai kericuhan. "Sepanjang sejarah, pertandingan kami tidak pernah rusuh. Tidak pernah ada aksi lempar. Saya sangat-sangat kecewa dengan was it," ujar dia dengan nada emosional.
Panasnya emosi manajer PSMS ISL coba didinginkan oleh pelatih Arema ISL Joko Susilo. "Saya mohon maaf. Saya respek pada PSMS," ujar Joko sambil menjabat erat Beny dan pelatih PSMS ISL, Raja Isa, pada sesi konferensi pers.
Joko juga menolak disebut bahwa pemainnya sengaja memprovokasi pemain PSMS sehingga berakibat terjadinya keributan. "Saya selalu instruksikan mereka untuk bermain sportif," tegas Joko.
Bahkan, keributan menjalar sampai ke luar lapangan. Pemain kedua tim saling caci di ruang ganti. Hujan kartu pun mewarnai laga itu. Tercatat ada satu kartu merah dan enam kartu kuning dikeluarkan wasit Oki Dwi Putra.
Permainan keras yang diperagakan kedua tim sudah terjadi sejak awal babak pertama. Wasit bahkan mengeluarkan empat kartu kuning pada babak pertama. Satu untuk Arema ISL dan tiga untuk PSMS ISL.
Satu pemain Arema ISL yang mendapat kartu adalah kiper Yoewanto Beny. Sementara pemain PSMS yang mendapat kartu adalah Sasa Zecevic, Luis Pena, dan Inkyun Oh.
Meski tidak ada keributan di dalam lapangan, namun keributan kecil terjadi saat kedua pemain dari kedua tim akan masuk ke dalam ruang ganti. Tidak jelas siapa yang memulai, namun beberapa pemain dari kedua tim sempat saling ejek sebelum ditenangkan ofisial kedua tim serta aparat keamanan.
Pada babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Puncaknya terjadi pada menit 69, saat bek PSMS Novi Handriawan dengan sengaja menendang kaki Marcio Souza, hingga terjatuh. Novi sendiri akhirnya diganjar kartu merah.
Aksi tidak sportif yang diperagakan Novi itu menyulut emosi para pemain Arema ISL. Bahkan, kapten Arema ISL Seme Pierre Patrick mendorong Sasa Zecevic, yang mencoba memaksa Marcio yang terkapar, untuk segera berdiri.
Keributan pun terus meluas. Tidak hanya melibatkan pemain dari kedua tim, tapi juga ofisial. Akibat keributan itu, pertandingan pun sempat terhenti selama sepuluh menit dan baru dilanjutkan pada menit ke-79.
Hingga pertandingan berakhir, pertandingan berjalan relatif lancar tanpa ada keributan. Pada babak itu, selain kartu merah untuk Novi, wasit juga mengeluarkan dua kartu kuning untuk Arema ISL. Anggo Julian dikartu menit 63, sementara Dicky Firasat mendapat kartu menit 89.
Setelah peluit panjang dibunyikan, PSMS tidak segera meninggalkan lapangan untuk masuk ke ruang ganti. Mereka tertahan sepuluh menit di dalam lapangan, karena khawatir dengan provokasi penonton serta hujan botol air mineral. Barulah, setelah aparat turun tangan, PSMS bisa segera masuk ruang ganti.
Ketika kapten PSMS Markus Horison akan memasuki ruang ganti, dia terlihat bersitegang dengan seorang aparat keamanan. "Kau mau pukul? Pukul aja!" bentak Markus.
Bahkan, ketika akan masuk ke dalam ruang ganti, dia sempat mengumpat ke arah ruang ganti Arema ISL yang memang berhadapan. "Apa itu pemain jelek semua. Mati, mati kalian di Medan," ujar Markus yang langsung menendang pintu ruang ganti dengan keras.
Manajer PSMS ISL Benny Tamosoa mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra, sehingga membuat pertandingan diwarnai kericuhan. "Sepanjang sejarah, pertandingan kami tidak pernah rusuh. Tidak pernah ada aksi lempar. Saya sangat-sangat kecewa dengan was it," ujar dia dengan nada emosional.
Panasnya emosi manajer PSMS ISL coba didinginkan oleh pelatih Arema ISL Joko Susilo. "Saya mohon maaf. Saya respek pada PSMS," ujar Joko sambil menjabat erat Beny dan pelatih PSMS ISL, Raja Isa, pada sesi konferensi pers.
Joko juga menolak disebut bahwa pemainnya sengaja memprovokasi pemain PSMS sehingga berakibat terjadinya keributan. "Saya selalu instruksikan mereka untuk bermain sportif," tegas Joko.
nnnVIVA - BOLA,- Arema
Indonesia harus bersusah payah kala meladeni perlawanan PSMS Medan.
Namun melalui perjuangan tak kenal menyerah, Arema sukses memetik poin
penuh dengan skor 2-1. Arema menjamu PSMS Medan di markas kebanggaannya,
Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (22/1/2012) sore WIB.
PSMS langsung mengejutkan tuan rumah ketika mereka mampu mencetak gol
kala pertandingan babak pertama baru bergulir lima menit melalui Osas
Ikpefua. Gol ini berawal dari sebuah eksekusi bola mati di luar kotak
penalti Arema. Tendangan jarak jauh Osas ke pojok kanan gawang tak mampu
dijangkau oleh kiper Arema, Benny Yuwiwanto.
Marcio Saouza nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-15. Sayang
tendangannya masih mampu ditepis kiper PSMS. Pun demikian dengan bola
muntah di depan gawang PSMS, masih belum bisa dikonversi menjadi gol
oleh Munhar.
Tetapi, Marcio sukses membalas kegagalannya di menit ke-37. wasit Oki
Dwi Putra memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah akibat pelanggaran
yang dilakukan Sasa Zecevic di kotak terlarang PSMS.
Kendati sepakan penalti Marcio sempat harus diulang, namun dia sukses
menaklukkan penjag gawang Markus Harison di sepakan penalti keduanya.
Hingga turun minum skor imbang 1-1 tetap tak berubah.
Memasuki babak kedua, Arema Indonesia mulai tampil trengginas. Sedang
Pelatih PSMS Medan Raja Isa, terpaksa menarik keluar Alejandro Pena di
menit 50. Pena terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Pengganti Pena
Anton Samba, membuat lini tengah PSMS Medan mulai bangkit.
Memasuki babak kedua, Arema Indonesia mulai tampil trengginas. Sedang
Pelatih PSMS Medan Raja Isa, terpaksa menarik keluar Alejandro Pena di
menit 50. Pena terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Pengganti Pena
Anton Samba, membuat lini tengah PSMS Medan mulai bangkit.
Hingga pertandingan berakhir, keunggulan 2-1 Arema tetap tak berubah. by: Viva-Bola dot Comnnn
VIVA - BOLA,- Arema
Indonesia harus bersusah payah kala meladeni perlawanan PSMS Medan.
Namun melalui perjuangan tak kenal menyerah, Arema sukses memetik poin
penuh dengan skor 2-1. Arema menjamu PSMS Medan di markas kebanggaannya,
Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (22/1/2012) sore WIB.
PSMS langsung mengejutkan tuan rumah ketika mereka mampu mencetak gol
kala pertandingan babak pertama baru bergulir lima menit melalui Osas
Ikpefua. Gol ini berawal dari sebuah eksekusi bola mati di luar kotak
penalti Arema. Tendangan jarak jauh Osas ke pojok kanan gawang tak mampu
dijangkau oleh kiper Arema, Benny Yuwiwanto.
Marcio Saouza nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-15. Sayang
tendangannya masih mampu ditepis kiper PSMS. Pun demikian dengan bola
muntah di depan gawang PSMS, masih belum bisa dikonversi menjadi gol
oleh Munhar.
Tetapi, Marcio sukses membalas kegagalannya di menit ke-37. wasit Oki
Dwi Putra memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah akibat pelanggaran
yang dilakukan Sasa Zecevic di kotak terlarang PSMS.
Kendati sepakan penalti Marcio sempat harus diulang, namun dia sukses
menaklukkan penjag gawang Markus Harison di sepakan penalti keduanya.
Hingga turun minum skor imbang 1-1 tetap tak berubah.
Memasuki babak kedua, Arema Indonesia mulai tampil trengginas. Sedang
Pelatih PSMS Medan Raja Isa, terpaksa menarik keluar Alejandro Pena di
menit 50. Pena terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Pengganti Pena
Anton Samba, membuat lini tengah PSMS Medan mulai bangkit.
Memasuki babak kedua, Arema Indonesia mulai tampil trengginas. Sedang
Pelatih PSMS Medan Raja Isa, terpaksa menarik keluar Alejandro Pena di
menit 50. Pena terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Pengganti Pena
Anton Samba, membuat lini tengah PSMS Medan mulai bangkit. by: Viva-Bola dot Com
VIVA - BOLA,- Arema
Indonesia harus bersusah payah kala meladeni perlawanan PSMS Medan.
Namun melalui perjuangan tak kenal menyerah, Arema sukses memetik poin
penuh dengan skor 2-1. Arema menjamu PSMS Medan di markas kebanggaannya,
Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (22/1/2012) sore WIB.
PSMS langsung mengejutkan tuan rumah ketika mereka mampu mencetak gol
kala pertandingan babak pertama baru bergulir lima menit melalui Osas
Ikpefua. Gol ini berawal dari sebuah eksekusi bola mati di luar kotak
penalti Arema. Tendangan jarak jauh Osas ke pojok kanan gawang tak mampu
dijangkau oleh kiper Arema, Benny Yuwiwanto.
Marcio Saouza nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-15. Sayang
tendangannya masih mampu ditepis kiper PSMS. Pun demikian dengan bola
muntah di depan gawang PSMS, masih belum bisa dikonversi menjadi gol
oleh Munhar.
Tetapi, Marcio sukses membalas kegagalannya di menit ke-37. wasit Oki
Dwi Putra memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah akibat pelanggaran
yang dilakukan Sasa Zecevic di kotak terlarang PSMS.
Kendati sepakan penalti Marcio sempat harus diulang, namun dia sukses
menaklukkan penjag gawang Markus Harison di sepakan penalti keduanya.
Hingga turun minum skor imbang 1-1 tetap tak berubah.
Memasuki babak kedua, Arema Indonesia mulai tampil trengginas. Sedang
Pelatih PSMS Medan Raja Isa, terpaksa menarik keluar Alejandro Pena di
menit 50. Pena terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Pengganti Pena
Anton Samba, membuat lini tengah PSMS Medan mulai bangkit.
Memasuki babak kedua, Arema Indonesia mulai tampil trengginas. Sedang
Pelatih PSMS Medan Raja Isa, terpaksa menarik keluar Alejandro Pena di
menit 50. Pena terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Pengganti Pena
Anton Samba, membuat lini tengah PSMS Medan mulai bangkit. by: Viva-Bola dot Com
06.25
1 comment
Atep absen jelang laga Persib Bandung vs PSMS Medan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG
- Jelang laga melawan PSMS Medan, Dokter tim Persib Bandung, dr Rafi
Ghani mengatakan, gelandang sayap andalan tim Pangeran biru, Atep Ahmad
Rizal diperkirakan masih belum bisa diturunkan. Sebab, Rafi
mengutarakan, Atep masih merasakan nyeri pada kelingking kaki kirinya."Cederanya memang tidak serius, hanya perlu digaris bawahi rasa sakitnya sangat terasa sakit untuk Atep sehingga kemungkinan belum bisa diturunkan," kata Rafi saat ditemui wartawan di Stadion Siliwangi, Jumat (6/1/2012) malam.
Kala menjalani latihan pada hari Jumat, pemain bernomor punggung tujuh masih melakukan latihan terpisah. Hanya saja, Atep sudah mencoba menggunakan sepatu bola.
Namun Menurut Rafi, cedera yang dialami Atep itu sudah berangsur membaik setelah menjalani perawatan. Hanya saja Rafi belum bisa memastikan terkait Atep berlaga melawan PSMS. "Sudah ada peningkatan. Dia juga sudah mulai bisa menendang bola," ujar Rafi.
Seperti diketahui Atep sudah mengalami cedera sebelum pertandingan Persib kontra PSAP Sigli yang digelar di Stadion Si Jalak harupat, Kamis (5/1/2012) sore. Atep didiagnosa mengalami infeksi di kelingking kaki kirinya semenjak persiapan timnya menghadapi laga kelimanya itu pada Minggu (1/1/2012).
Dengan kondisi itu Rafi melarangnya untuk bermain di laga kelima itu. Akibatnya, Atep hanya menjadi penonton menyaksikan rekan-rekannya di tribun VVIP.
Duel klasik akan terjadi pada pertandingan senin (9/1/2012) sore antara Persib Bandung menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012 di putaran pertama.
Pertandingan kali ini menjadi ajang reuni bagi penjaga gawang yang pada musim kemarin memperkuat Maung Bandung yakni Markus Haris Maulana. Sekaligus menjadi pembuktian kiper berkepala plontos tersebut.
Berikut susunan pemain pada pertandingan sore ini :
Persib Bandung
1. Yendri Pitoy
5. Maman Abdurahman
6. Abanda Herman
2. M. Nasuha
18. Jajang Sukmara
24. Hariono
16. Toni Sucipto
50. Miljan Radovic
17. M. Ilham
15. Aliyudin
9. Airlangga Sucipto
Cadangan :
32. Cecep
4. Wildansyah
14. Hendra Ridwan
13. M. Agung
20. Budiawan
7. Atep
10. Moses Sakyi.
PSMS Medan :
20. Markus
5. Sesa Zecevic
30. Novi Handriawan
29. Rahmad
32. Wawan
11. Zulkarnain
31. Anton Samba
18. Choi Dong Soo
7. Inkyun Oh
9. Sanhueza
10. Saha
Cadangan :
27. Suhabi
4. Ledi Utomo
23. Ramadhan Saputra
22. Nasution
14. M. Antoni
19. Yoseph Nico Ostanika.
05.49
0 comments
Jumpa pers Kampak FC
Pengurus KAMPAK FC Medan Deli
minta kepada Pengurus Besar agar segera
dikukuhkan. Alasan itu mereka ajukan sehubungan
komposisi kepengurusan telah mereka bentuk. "Permintaan
kami ini tentunya setelah Pengurus Besar KAMPAK
hasil kongress ke III lalu telah dilantik.
Setahu kami, pelantikan PB pada tanggal 11
Februari 2006. "Jadi, kami diatas tanggal itu
yakni sebelum perayaan HUT KAMPAK yang jatuh
pada tanggal 14 Februari 2006." ujar calon
sekretaris KAMPAK FC Medan Deli Syahrial.
Struktur kepengurusan
tersebut terdiri dari Gubernur KAMPAK FC Medan
Deli Iskandar, Wakil Hendra Tono, Sekretaris
Syahrial, Wakil Junaidi, Bendahara Tiodorus P.
SE, Wakil Syafudin. Sedangkan jabatan Panglima
belum terisi.
Selanjutnya bidang
pengelolaan dan pembinaan dan koordinator Dr
Muhammad Hairani, anggota Asnal Mutalid, bidang
seni, aksi dan kreasi koordinator Rahadiansah
Putra, anggota Tengku Irawan, bidang informasi
dan komunikasi, koordinator Tri Effendi, anggota
Zainal, bidang perlengkapan supporter
koordinator Surya Ali Akbar, anggota Zulkarnaen.
Syahrial memaparkan
pelantikan itu setelah PB beserta Presiden
KAMPAK FC terpilih Herna J Pardede meminta agar
mereka sudah menjadi lembaga resmi pendukung
PSMS saat PSMS bertanding melawan Persija di
Stadion Teladan minggu (19/2).
Hingga kemarin, jelas
Syahrial, pihaknya telah menerima permohonan
pengukuhan 3 dari 6 pengurus KAMPAK kelurahan di
kecamatan Medan Deli. Yakni Titipapan yang
dimotori Suheri Burhanuddin, Muchklis dan Fadli.
2 lagi dari kelurahan dari Tj Mulia Hilir dan
Kota Bangun dan Mabar Hilir. Karena organisasi
KAMPAK FC merupakan aset PEMKO MEDAN maka kami
akan bekerja sama dengan pihak kecamatan dan
kelurahan masing-masing," kata Syahrial.
Sementara setelah
terbentuknya struktur kabinet KAMPAK FC melalui
Dewan Tertinggi akan digelar pelantikan yang
menurut jadwal 11 Februari mendatang di kolam
renang Hotel Danau Toba.
Wapres KAMPAK FC, Zulham
Effendi Siregar menjelaskan, struktur kabinet
KAMPAK FC sudah disusun dan segera dilantik oleh
Dewan Tertinggi. Pada suatu upacara, yang
dikemas sesuai dengan kondisi KAMPAK FC sebagai
fans club pendukung PSMS.
Menurut Zulham, sebelumnya
KAMPAK FC melakukan audensi dengan pengurus PSMS
yang diterima oleh ketua Harian PSMS MEDAN, Drs
Ramli MM didampingi ketua dua PSMS, Aslan
Harahap dan Wakil Sekretaris Fahruddin, Selasa
lalu. Audensi yang berlangsung di ruang kerja
Wakil Walikota, Zulham didampingi para mentrinya
seperti Cokky Kurnia Precia (Menteri Budaya dan
Olahraga), Roy Romero (Mentri Infokom) dan
Cantik Marina, SH (Mentri Sosial), "Pak Ramli
bersedia menjadi ketua penasehat KAMPAK FC",
kata Zulham.
Pada kesempatan itu Ramli
mengharapkan, keberadaan KAMPAK FC sebagai
supporter lebih terorganisir, sehingga mendapat
sambutan hangat ditengah masyarakat.
Diharapkannya pada acara pelantikan nanti para
pemain PSMS serta Pengurus PSMS bisa hadir
sehingga akan bisa terjalin rasa kebersamaan
antara pemain dan kabinet KAMPAK FC.
Pada kesempatan lain, Zulham
mengatakan, KAMPAK FC akan menampilkan 10-15
orang penabuh drum terbaik di kawasan kota Medan
untuk mendukung PSMS saat bertanding melawan
Persija Jakarta. Dalam pembenahan keanggotaan,
Zulham menjelaskan, saat ini telah terdaftar
1000 orang lebih anggota di kota Medan. Selain
itu katanya, "Dan itu ada di berbagai daerah
seperti daerah Jakarta, Bandung, NAD, Riau,
Jogyakarta dan Batam. Kami menginginkan KAMPAK
FC ke depan menjadi supporter yang aktif di
Stadion Teladan Medan", pungkasnya.
05.48
0 comments
BERDIRINYA KAMPAK FC
PERSATUAN Sepakbola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan
adalah salah satu klub sepakbola yang berbasis di Medan. PSMS telah ada
sejak 21 April 1950. Terlepas itu, sejak tahun 1930 telah berdiri klub
Medansche Voetbal Club (MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS.Sejak dulu memang kota Medan dikenal dengan perkebunan tembakau delinya, maka tak heran logo PSMS pun berupa daun dan bunga tembakau deli. Ayam Kiantan sendiri dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap atau ribak sude, yakni sepakbola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim hijau-hijau tersebut.
Stadion Teladan adalah kandang PSMS Medan, namun stadion pernah dianggap tidak layak oleh Badan Liga Indonesia saat masih berlaga di Liga Super Indonesia hingga sempat melanglangbuana ke Stadion Jalak Harupat Bandung dan Stadion Gelora Jakabaring Palembang.
Mungkin hal ini jugalah yang membuat permainan PSMS agak menurun. Akibatnya, PSMS turun kasta ke Divisi Utama setelah gagal mengalahkan Persebaya Surabaya di laga playoff.
Tak jauh beda dengan klub-klub sepakbola yang ada di daratan Britania sana dengan suporter fanatiknya, di Medan juga ada pendukung yang selalu setia menemani Ayam Kinantan berlaga. Sebut saja KAMPAK FC (Kesatuan Anak Medan Pecinta Ayam Kinantan Fans Club) dan SMECK FC (Suporter Medan Cinta Kinantan Fans Club)
KAMPAK FC berdiri sejak 14 Februari 2001 hasil prakarsa Dicky Anugerah dan Riza Andriansyah. KAMPAK FC juga tercatat sebagai kelompok suporter pertama yang ada di kota Medan. Kini, mereka memiliki sekitar 5000 simpatisan dan sebagian besar simpatisan telah terdaftar resmi dan memiliki kartu tanda anggota.
Kini komposisi punggawa PSMS sudah jauh berbeda dengan era Jamaludin Hutaruk cs. Sempat melejitkan nama-nama seperti Edu Juanda, Slamet Riyadi, Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga, PSMS sempat mengukir prestasi terbaiknya dalam 10 terakhir ketika meraih runner-up 2007 dengan andalan James Koko Lomell, Gustavo Chena cs.













